Dalam tulisan ini bukan bermaksud untuk merugikan pihak manapun baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam tulisan saya ini saya hanya menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk sadar dan berfikir sejenak........ APA MANFAATNYA MEMBAKAR PETASAN. . . . . . .
Dalam setiap menyambut Tahun baru atau pesta atau kemeriahan yang lain, saat ini muncul euforia baru di kalangan masyarakat kita yaitu dengan cara membakar Petasan atau Kembang api, yang mana budaya itu sebenarnya jauh dari adat dan budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia.....
Jika dihitung secara ekonomis, satu petasan atau kembang api yang paling murah saja harganya anggaplah Rp2.000,- Jika kita menghitung di acara Tahun baru, (saya pernah menghitung di satu sisi kota di Makassar, dalam rentang jam 08 malam sampai dengan jam 12 malam saja ada sekitar 1.000 kali letusan kembang api, bahkan saat jam 24.00 sudah tidak terhitung lagi suara letusan yang terjadi...... Jika di kalikan 500 kali saja, terdapat 10 juta uang yang terbakar akibat kembang api.... Jika uang tersebut dikumpul dan dibelikan nasi bungkus, berapa banyak orang yang dapat kita kasih makan.... atau kita manfaatkan untuk kepentingan sekolah atau mesjid atau tempat ibadah yang lain.... akan lebih terlihat manfaatnya..
Kerugian yang lain disamping membuat suasana gaduh dan bising... asap dari mercon atau kembang api dapat mengakibatkan pencemaran udara dan dapat mengganggu lalulintas darat / udaara...... Idih Pokoknya lebih banyak deh MUDHARAT nya dari pada manfaatnya (hanya satu saya kira yaitu indah dilihat)..........
Jika dilihat dari kacamata Agama pun, saya yakin hal ini akan nyambung dan sejalan...
OK saudaraku... mari sama-sama berfikir dan mari gerakkan GERAKAN ANTI BAKAR PETASAN / KEMBANG API....
SEMOGA DITANGGAPI BAIK DAN IKHLAS MELAKSANAKAN... TERIMA KASIH UNTUK YANG TELAH SETUJU DAN mengharap keikhklasannya untuk yang masih berfikir / belum setuju..
Selasa, 29 Desember 2009
Senin, 23 November 2009
Mari Menyambut Zdulhijjah dengan Berpuasa
Wahai saudaraku..... mari berpuasa untuk tiga hari kedepan atau setidaknya pada hari Kamis nanti..... menyambut Dzulhijjah dan turut memberi warna pengabdian kepada Allah pada saat saudara kita sedang wukuf di Arafah... Semoga Allah memberi kekuatan dan ridho.... Amin
Senin, 12 Oktober 2009
Gempa di Sumbar dan kisah dalam Al Quran
Bismillahirrahmaanirrahiiim.......
Sebelumnya saya meminta ampun kepada Allah dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat yang membaca tulisan ini. Dalam tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menista atau membuat kesan negatif atau apapun yang sifatnya suudhon (berburuk sangka) baik kepada saudara-saudara kami maupun kepada Allah. Tulisan ini hanya lah sebagai ungkapan hati saya untuk kembali merenung dan bercermin atas apa yang telah saya (kami) perbuat di dunia selama ini.....
Bencana gempa bumi melanda wilayah Padang / Pariaman pada tanggal 30 September 2009 tepat jam 17.16.58 wib......
Saya sedikit tertegun dengan melihat jam 17.16.58 wib, mengapa?
Pada saat saya membuka Alquran digital dan mengarah kepada surah 17 (Al- Isra) ayat 16... Allah berfirman yang artinya sebagai berikut :
16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
selanjutnya penelusuran saya lanjutkan ke ayat 58 yang artinya sebagai berikut :
58. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).
Saya tidak berani menafsirkan kedua ayat dalam surah Al Isra tersebut, namun setelah saya renungi dan saya perhatikan.... tidak lah perlu menafsirkan dan mengaitkan antara surah itu dengan apa yang terjadi di Sumbar melainkan sekaranglah waktunya bagi saya untuk menginteropeksi diri saya tentang apa yang telah saya perbuat selama ini, apakah saya termasuk orang yang durhaka baik dalam arti khusus maupun dalam arti umum baik terhadap sesama manusia, orang tua, isteri, anak maupun durhaka terhadap Allah swt......
Marilah sama-sama bertaubat agar Indonesia terhindar dari berbagai marabahaya.....................................
Rabbana dholamna anfusana waillam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosiriin...
Sebelumnya saya meminta ampun kepada Allah dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat yang membaca tulisan ini. Dalam tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menista atau membuat kesan negatif atau apapun yang sifatnya suudhon (berburuk sangka) baik kepada saudara-saudara kami maupun kepada Allah. Tulisan ini hanya lah sebagai ungkapan hati saya untuk kembali merenung dan bercermin atas apa yang telah saya (kami) perbuat di dunia selama ini.....
Bencana gempa bumi melanda wilayah Padang / Pariaman pada tanggal 30 September 2009 tepat jam 17.16.58 wib......
Saya sedikit tertegun dengan melihat jam 17.16.58 wib, mengapa?
Pada saat saya membuka Alquran digital dan mengarah kepada surah 17 (Al- Isra) ayat 16... Allah berfirman yang artinya sebagai berikut :
16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
selanjutnya penelusuran saya lanjutkan ke ayat 58 yang artinya sebagai berikut :
58. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).
Saya tidak berani menafsirkan kedua ayat dalam surah Al Isra tersebut, namun setelah saya renungi dan saya perhatikan.... tidak lah perlu menafsirkan dan mengaitkan antara surah itu dengan apa yang terjadi di Sumbar melainkan sekaranglah waktunya bagi saya untuk menginteropeksi diri saya tentang apa yang telah saya perbuat selama ini, apakah saya termasuk orang yang durhaka baik dalam arti khusus maupun dalam arti umum baik terhadap sesama manusia, orang tua, isteri, anak maupun durhaka terhadap Allah swt......
Marilah sama-sama bertaubat agar Indonesia terhindar dari berbagai marabahaya.....................................
Rabbana dholamna anfusana waillam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosiriin...
Sabtu, 10 Oktober 2009
Puasa syawal
Buat para pembaca, sekedar mengingatkan jangan lupa puasa syawal (hanya 6 hari kok) namun pahalanya sama dengan puasa satu tahun penuh.
Minggu, 20 September 2009
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H / 2009 M
Kepada seluruh umat manusia di Bumi ini :
Saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin apabila dalam seluruh komunikasi yang terjalin ada hal-hal yang kurang berkenan, selanjutnya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1430 H / 2009 M bagi muslim yang merayakannya.
Semoga Allah memberi rahmah dan kedamaian di Bumi......
Langganan:
Postingan (Atom)
